Langsung ke konten utama

KARLOTA

 

 



Karya: Fadly R. Mansjur


Kupingmu yang liar dan penasaran

Menempel erat pada dinding-dinding rahasia

Kau buru aib orang lain

Tapi enggan menghitung borok sendiri

 

Jelalat matamu diam mengintai

Seakan berkedip kau anggap dosa

 

Lidah nan lentur

Pandai bersilat dan menggempur

Untaian kata-katamu menampik fakta

Sepertinya bagimu sudah biasa


 

Kata-katamu bermata rantai petaka

terangkai dalam bingkai dusta dan ghibah

mampu menangkar setiap jiwa

dari telinga-telinga yang mudah percaya

begitu mudah kau hancurkan kehormatan orang lain

 

                                                                                                Morotai, 11 Oktober 2022

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibu

  karya: Fadly R. Mansjur Kutulis namamu di atas air hilang tak berbekas kutulis namamu di atas pasir hilang terhempas Kuteriaki namamu keras namun tiada sahut berbalas belum lama kau tiada dunia t’lah lupa Lalu kusemat namamu pada untaian doa yang tak bertepi semisal api unggun bagi para pendaki menyulut hingga pagi menjelma mentari di dadaku namamu tetap lestari.

Sebelum kau datang...

   Karya : Fadly R. Mansjur sebelum kau datang,… Mendung di langit dadaku berat terasa desah nafasku udara t’lah tercemar polusi cintanya kutelusuri Lorong waktu yang pengap dalam hari-hariku yang nampak gelap tergontai-gontai harap hati ini semua segera berlalu   sebelum kau datang,… kantung jiwa yang kosong menampung seribu luka buah kisah yang t’lah lalu yang kubawa melalang buana nalarku terjuntai di pucuk randu diterpa angin tak beraturan semisal musafir di perjalanan yang kehilangan perbekalan kupaksa tuk Melepas Langkah layu terhuyung-huyung menggenggam hati yang sendu Menapaki duri-duri ingatan sepanjang jalan kenangan terkitar-kitar di persimpangan yang sama aku hilang jalan terperosok di tengah lumpur cintanya salahku juga mengapa mesti terjerat pada senyumnya yang memburu mengapa mesti terjatuh pada peluknya yang membunuh sampai lupa pada hari depan yang lebih baik bodohnya aku rela merangkai kisah cinta yang...